Meraih Cinta Sang Mahacinta - Ruang Moera

Rabu, 24 Agustus 2022

Meraih Cinta Sang Mahacinta

  cinta, love



Pada siapa tah lagi mencari cinta selain mencari pada-Nya? Dan ke manakah lagi bermuara cinta selain bermuara pada-Nya? Dia di atas segala. Dia di atas semua. Maha di atas segala maha. Cinta-Nya di atas segala cinta.

Kau tau? Cinta ibarat setitip rasa pada seluruh manusia. Di antara cinta-cinta itu ada yang kembali dalam pelukan, ada yang terbang mengambang dan hilang.

Di antara cinta itu ada yang mendatangkan cinta lainnya, ada jua yang membuat enyah cinta lainnya. Di antara cinta itu ada yang membuat nyala juang, ada pula yang mematikan raga dan jasad si empunya.

Ada cinta yang tumbuh subur laksana benih tersiram air di tanah yang penuh berkah. Akar menghunjam ke bumi, puncaknya menjulang ke langit. Daunnya rindang, nyaman untuk tempat bernaung. Cabangnya menjalar dan leluasa. Buahnya manis dan lezat. Itulah cinta yang hidup dalam tulus dan ikhlas. Tulus dalam pengabdian, ikhlas dalam penghambaan.

Ada pula cinta-cinta yang tandus. Laksana tanah kering kerontang. Tak bisa menumbuhkan apa pun. Tak cocok tuk jadi tempat tinggal. Tak pula menjadi tempat singgah dan bernaung. Itulah cinta yang tak dibalut ketaatan. Cinta yang tak dihias ketundukan. Cinta yang tak diikat kepatuhan pada Dia Sang Mahacinta.

Muarakan cintamu pada-Nya. Agar subur ia. Agar berkah ia. Layakkah kau berikan cinta pada makhluk-Nya sedangkan Dia penciptamu?

Mohonkanlah di atas sajadah yang tergelar: bila cinta, maka cintakan pada sesosok yang mencintai-Mu, agar bertambah kekuatan mencintai-Mu. Bila pisah, pisahkan dengan cara-Mu, agar hilang rasa sakit dan bertambah kerelaan pada-Mu. Pada akhirnya, kau dan aku hanyalah sesosok makhluk lemah yang tak berdaya. Yang berharap kemurahan dari Dia Sang Mahacinta.

Share with your friends

Give us your opinion