Ada kalanya kita merasa lelah dengan segala aktivitas. Merasa jemu dengan segala rutinitas. Merasa bosan dengan segala kesibukan dan agenda yang tak kunjung usai.
Hidup dalam putaran waktu yang beranjak dari angka nol, lalu kembali ke nol lagi. Bermula dari membuka mata, melelapkan mata, kemudian membuka lagi.
Kala masalah mendera, kala kesulitan menjelma, kala kesusahan di pelupuk mata, kita ingin ada yang menguatkan, kita ingin ada yang menggenggam. Ada yang sedia mengulurkan tangan agar langkah tetap berlanjut.
Akan datang suatu masa, saat kita berada di titik terendah kehidupan. Merasa lelah dengan ingar-bingar dunia yang membuat sesak dada. Kadang, kita kehilangan arah dan kehilangan tujuan.
Mungkin, beberapa petuah dari Dr. 'Aidh al-Qarni ini bisa memberi sedikit percikan agar semangat kembali menyala, jejak kembali dibuat, dan tatapan kembali menegak.
1. Berikan yang terbaik untuk hari ini
Ketika waktu pagi tiba jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini.
2. Syukuri apa yang kita miliki
Bersyukurlah kepada Rabb atas nikmat agama, akal, kesehatan, penutup (aib), pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, serta nikmat-nikmat lainnya. Sebab, tidakkah Anda tahu di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjarakan, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana?
3. Menerima dengan kelegaan hati adalah kunci bahagia
Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan, dan keluarga. Niscaya Anda akan mendapat ketentraman dan kebahagaiaan.
4. Setiap masalah selalu memiliki solusi. Di balik kesulitan ada kemudahan
Ketahuilah, bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan, setelah kesulitan akan ada jalan keluar. Ketahuilah keadaan seseorang tidak akan tetap selamanya. Hari-hari itu akan senantiasa bergulir.
5. Optimislah, semua akan indah pada waktunya
Optimislah, jangan pernah berputus asa dan menyerah tanpa usaha. Berbaiksangkalah kepada Rabb. Dan tunggulah kebaikan dan keindahan dari-Nya.
6. Bersahabatlah dengan buku, bertemanlah dengan pengetahuan
Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersabarlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.
7. Bacalah surat cinta-Nya untuk menghilangkan kesedihan dan kedukaan
Hiduplah bersama Alquran, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab, ini obat paling mujarab mengusih kesedihan dan kedukaan.
8. Perbanyaklah memohon ampun pada-Nya
Perbanyaklah membaca istighfar. Sebab dengan istighfar akan ada rezeki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu berguna, akan ada kemudahan, dan akan ada penghapusan dosa.
Demikianlah beberapa petuah dari Dr. 'Aidh al-Qarni. Semoga kita bisa memaknai hidup ini dengan lebih baik. Bisa melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Bisa memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cinta.
Menjadi pribadi yang menularkan kebajikan pada orang lain. Tidak mudah putus asa dan menyerah. Selalu setia bangkit dari kegagalan dan terus melanjutkan langkah menggapai tujuan yang kita inginkan. Sekian. Semoga bermanfaat.
Sumber: La Tahzan. 2004. Dr. 'Aidh al-Qarni. Jakarta: Qisthi Press
