Kita tentu ingin melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dan secara terus-menerus demi menjadi bekal ketika pulang menuju-Nya nanti. Apakah yang akan kita katakan kelak di hadapan-Nya saat kebaikan-kebaikan yang kita miliki sangat sedikit?
Apalagi rentang usia yang pendek berkisar 60 hingga 70 tahun. Umur sangat terbatas dan harus serba segera. Sekiranya beramal siang malam untuk berburu pahala, masihlah belum sama jika dibandingkan dengan umat-umat terdahulu yang hidup ratusan tahun.
Tapi jangan bersedih, ada banyak cara untuk mendapatkan pahala sebagai perbekalan untuk menghadap-Nya.
Di bawah ini ada beberapa amalan yang bisa membuatmu terus-menerus panen pahala kendati ragamu sudah tak ada lagi di dunia.
1. Ilmu yang diajarkan
Bagi kamu-kamu yang diberi kelebihan dalam keilmuan maka amalkan dan sebarkanlah. Karena setiap orang yang mengamalkan ilmu yang kamu ajarkan, kamu akan mendapat pahala. Jika mereka mengamalkan sepanjang hayat, maka kamu juga akan memperoleh balasan selama itu, dan bayangkan jika ada 100 hingga 1000 orang yang terus-menerus mengamalkan ilmu yang telah kamu tularkan?
Barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (Hr. Muslim no. 1893)
2. Anak saleh yang ditinggalkan
Anak adalah investasi jangka panjang yang tak boleh disia-siakan. Didiklah mereka dengan baik. Rawatlah dengan penuh kasih sayang. Kenalkan pada Sang Pencipta. Buatlah mencintai kebajikan dan ajarkan cara berbakti pada orang tua. Mereka adalah sebaik-baik simpanan yang kamu tinggalkan.
3. Mushaf yang diwariskan
Bagi kamu-kamu yang punya kelebihan rezeki, tak ada salahnya untuk membeli beberapa mushaf, lalu berikan pada teman-temanmu. Jadikanlah itu sebagai hadiah. Sungguh, sebaik-baik hadiah adalah yang bisa memberi manfaat secara terus-menerus. Bayangkan jika temanmu membaca mushaf itu setiap hari, maka kamu akan panen pahala tanpa henti.
Jika ada 10 orang yang kamu hadiahi mushaf dan mereka selalu membacanya, bayangkan berapa banyak ganjaran yang kamu terima, lalu bagaimana jika 100 orang?
4. Masjid yang dibangun
Bila kamu memilki harta melimpah maka alangkah mulianya jika membangun sebuah masjid. Setiap kali orang melakukan ibadah di dalamnya maka itu pundi pahala untukmu. Semakin besar masjidnya maka semakin besar pula apa yang kamu terima.
Meski kamu sudah tiada, selama masjid itu masih berdiri tegak dan menjadi tempat yang didatangi untuk bermunajat kepada Sang Pencipta, maka kamu akan mendapat pahala yang berlimpah.
Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga. (Hr. Ibnu Majah no 738)
5. Rumah singgah
Nah, bagi kamu yang ingin mendapat kebaikan tak putus-putus ini bisa menjadi pilihan. Bangunlah rumah singgah untuk tempat orang-orang yang menuntut ilmu. Bangunlah tempat yang bisa menampung anak-anak rantau, selain meringankan beban mereka, kamu akan mendapat pahala yang berlipat-lipat karena menyediakan tempat bernaung.
Mungkin pula, kamu punya rumah yang tak terpakai. Dari pada sia-sia, lebih baik dijadikan rumah singgah. Toh, itu lebih bermanfaat.
6. Bendungan air untuk irigasi
Kalau kamu mampu untuk melakukan yang satu ini, lakukanlah. Memang perlu biaya dan perjuangan besar. Tapi ini sepadan dengan apa yang kamu dapatkan. Selama bendungan itu masih ada dan terus dipakai untuk irigasi, maka kamu akan mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.
7. Sedekah yang dikeluarkan ketika hidup dan sehat
Nah, jangan lupa untuk melakukan hal yang satu ini. Sedekahkanlah apa yang telah Dia rezekikan kepadamu baik di waktu lapang maupun sempit. Sedekahlah dalam bentuk harta yang kekal, agar senantiasa dipakai dan digunakan. Selama barang itu dipakai dan digunakan, maka akan terus-menerus membuahkan pahala.
Sesungguhnya di antara amalan yang akan selalu menyertai seorang mu'min setelah dia meninggal dunia adalah ilmu yang disebarkan (diajarkan), anak shaleh yang ditinggalkan, mushaf yang diwariskan, masjid yang dibangun, rumah yang dibuat untuk menampung ibnu sabil (orang-orang bepergian), bendungan air yang dimanfaatikan untuk irigasi, dan sedekah yang dikeluarkan dari hartany sendiri semas hidup dan sehat. Semua pahalanya akan terus mengalir dan menyertainya setelag dia meninggal. (Hr. Ibnu Majah)
Itulah 7 amalan yang bisa mendatangkan pahala secara terus-menerus walau pelakunya telah tiada, walau sudah tak lagi di dunia. Yuk, mari berinvestasi jangka panjang sebagai bekal untuk menghadap-Nya kelak. Sekian, semoga bermanfaat.
