Saat itu seorang imam memasuki masjid. Ketika dia ingin melakukan shalat sunnah, terdengar suara seseorang berdoa dengan khusyuk dan penuh kesedihan.
"Ya Rabb, aku tak pernah kecewa saat berharap pada-Mu. Tiadalah tempat bagiku bergantung dan mengadu kecuali pada-Mu. Maka berilah jalan keluar atas segala kesulitan dan kesusahan yang menimpaku. Sungguh, aku tak pernah berburuk sangka kepada-Mu…."
Sang imam yang semula ingin mengangkat takbir menjadi urung karena hatinya tersentuh dengan bait-bait doa dari lelaki asing itu.
"Wahai Saudaraku, apa gerangan yang menimpamu hingga berdoa sedemikian rupa? Sampai-sampai hatiku tersentuh mendengarnya." Sang imam bertanya setelah menghampiri nya.
Dengan penuh kesedihan, lelaki asing itu kemudian menceritakan kisahnya. "Wahai Syaikh, sungguh aku sedang dalam kesusahan. Saat ini, istriku sedang terbaring di rumah sakit. Dia harus melakukan operasi. Namun, biaya operasi itu sangat besar, sedang aku tak memiliki kemampuan untuk membayarnya. Maka dari itu aku berdoa kepada Allah, berharap Dia segera memberikan jalan keluar."
"Wahai saudaraku, berapakah kiranya biaya operasi yang dibutuhkan istrimu?"
"Biayanya 15.400 riyal (sekitar 57 juta lebih)."
"Wahai saudaraku, saat ini aku belum memiliki kemampuan untuk membantumu, tapi aku berdoa semoga Allah segera mengabulkan hajatmu atas segala persangkaan baikmu kepada-Nya." Sang imam kemudian berlalu menunaikan shalat sunnah. Sedang pria asing itu kembali terbenam dalam doa-doanya yang panjang.
Lalu tibalah waktu shalat. Orang-orang datang untuk berjamaah. Demikian pula si lelaki asing, dia ikut pula di dalam barisan tersebut.
Setelah shalat usai, sang imam yang masih berdzikir tiba-tiba didatangi oleh seorang pria. Setelah mengucap salam, pria itu menyampaikan keperluannya.
"Wahai Syaikh, saya ingin mengeluarkan zakat mal," ungkap pria itu.
"Berapa jumlahnya?" tanya sang imam.
"15.400 riyal."
"Berapa?" Sang imam seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"15.400 riyal." Pria itu meyakinkan.
"Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!" Sang imam bertakbir berkali-kali karena baru saja menjumpai keajaiban. Sedang pria di depannya kebingungan karena belum memahami apa yang terjadi.
Sang imam lalu memanggil lelaki asing (yang terkena musibah), yang sedang duduk di pojok masjid. Kala itu dia nampak tenggelam dalam dizkirnya.
"Berbahagialah wahai saudaraku! Berbahagialah! Allah telah menjawab doamu," ucap sang imam setelah lelaki asing itu duduk di dekatnya.
"Ceritakanlah lagi kisahmu kepada pria ini sebagaimana engkau menceritakannya kepadaku," pinta sang imam. Meski tak mengerti apa maksudnya, lelaki asing itu menuruti kemauan sang imam. Dia lalu bertutur seperti sebelumnya.
"Berapa jumlah biaya yang dibutuhkan untuk operasi?" tanya sang imam setelah lelaki asing itu selesai bercerita..
"15.400 riyal."
"Hah?" Si pria terkejut mendengar nominal itu. Kini barulah dia paham apa yang telah terjadi.
Lelaki asing yang menerima zakat mal langsung tersedu karena perasaan haru yang teramat sangat setelah menggenggam 15.400 riyal di tangannya. Dia sungguh tak menduga dengan jalan keluar yang disediakan Allah untuknya. Dia bersujud dan mengucap syukur yang tiada henti-hentinya.
Sedang sang imam dan si pria yang tak dikenal merasakan kesan yang sangat mendalam di dalam hati mereka.
"Ya Rabb, aku tak pernah kecewa saat berharap pada-Mu. Tiadalah tempat bagiku bergantung dan mengadu kecuali pada-Mu. Maka berilah jalan keluar atas segala kesulitan dan kesusahan yang menimpaku. Sungguh, aku tak pernah berburuk sangka kepada-Mu…."
Sang imam yang semula ingin mengangkat takbir menjadi urung karena hatinya tersentuh dengan bait-bait doa dari lelaki asing itu.
"Wahai Saudaraku, apa gerangan yang menimpamu hingga berdoa sedemikian rupa? Sampai-sampai hatiku tersentuh mendengarnya." Sang imam bertanya setelah menghampiri nya.
Dengan penuh kesedihan, lelaki asing itu kemudian menceritakan kisahnya. "Wahai Syaikh, sungguh aku sedang dalam kesusahan. Saat ini, istriku sedang terbaring di rumah sakit. Dia harus melakukan operasi. Namun, biaya operasi itu sangat besar, sedang aku tak memiliki kemampuan untuk membayarnya. Maka dari itu aku berdoa kepada Allah, berharap Dia segera memberikan jalan keluar."
"Wahai saudaraku, berapakah kiranya biaya operasi yang dibutuhkan istrimu?"
"Biayanya 15.400 riyal (sekitar 57 juta lebih)."
"Wahai saudaraku, saat ini aku belum memiliki kemampuan untuk membantumu, tapi aku berdoa semoga Allah segera mengabulkan hajatmu atas segala persangkaan baikmu kepada-Nya." Sang imam kemudian berlalu menunaikan shalat sunnah. Sedang pria asing itu kembali terbenam dalam doa-doanya yang panjang.
Lalu tibalah waktu shalat. Orang-orang datang untuk berjamaah. Demikian pula si lelaki asing, dia ikut pula di dalam barisan tersebut.
Setelah shalat usai, sang imam yang masih berdzikir tiba-tiba didatangi oleh seorang pria. Setelah mengucap salam, pria itu menyampaikan keperluannya.
"Wahai Syaikh, saya ingin mengeluarkan zakat mal," ungkap pria itu.
"Berapa jumlahnya?" tanya sang imam.
"15.400 riyal."
"Berapa?" Sang imam seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"15.400 riyal." Pria itu meyakinkan.
"Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!" Sang imam bertakbir berkali-kali karena baru saja menjumpai keajaiban. Sedang pria di depannya kebingungan karena belum memahami apa yang terjadi.
Sang imam lalu memanggil lelaki asing (yang terkena musibah), yang sedang duduk di pojok masjid. Kala itu dia nampak tenggelam dalam dizkirnya.
"Berbahagialah wahai saudaraku! Berbahagialah! Allah telah menjawab doamu," ucap sang imam setelah lelaki asing itu duduk di dekatnya.
"Ceritakanlah lagi kisahmu kepada pria ini sebagaimana engkau menceritakannya kepadaku," pinta sang imam. Meski tak mengerti apa maksudnya, lelaki asing itu menuruti kemauan sang imam. Dia lalu bertutur seperti sebelumnya.
"Berapa jumlah biaya yang dibutuhkan untuk operasi?" tanya sang imam setelah lelaki asing itu selesai bercerita..
"15.400 riyal."
"Hah?" Si pria terkejut mendengar nominal itu. Kini barulah dia paham apa yang telah terjadi.
Lelaki asing yang menerima zakat mal langsung tersedu karena perasaan haru yang teramat sangat setelah menggenggam 15.400 riyal di tangannya. Dia sungguh tak menduga dengan jalan keluar yang disediakan Allah untuknya. Dia bersujud dan mengucap syukur yang tiada henti-hentinya.
Sedang sang imam dan si pria yang tak dikenal merasakan kesan yang sangat mendalam di dalam hati mereka.
