Inilah Syair yang Membuat Imam Ahmad Menangis Hingga Pingsan - Ruang Moera

Rabu, 24 Agustus 2022

Inilah Syair yang Membuat Imam Ahmad Menangis Hingga Pingsan

  bunga-kesedihan, bunga hitam




Ahmad bin Hanbal, begitu namanya. Beliau adalah seorang yang berilmu. Memiliki pengetahuan luas dan ahli dalam permasalahan agama. Salah satu orang yang menjadi rujukan di zamannya bahkan hingga sekarang.

Lahir pada tahun 164 H/780 M di kota Baghdad, Irak. Pada masanya, Irak menjadi titik peradaban dunia serta tempat berkumpulnya orang-orang intelektual dan mahir dalam bidang masing-masing. Suasana itu menjadikannya tumbuh dalam lingkungan yang sesuai untuk membangkitkan segala potensi kecerdasan dalam dirinya.

Suatu ketika datanglah seseorang kepadanya untuk menanyakan sebuah syair, apakah syair itu bagus atau tidak. Beliau pun bertanya bagaimana isinya.

Beliau terus-menerus memandang dan membaca syair itu hingga tak kuasa menahan airmatanya, beliau menangis. Bahkan, salah seorang muridnya mengatakan, beliau menangis hingga jatuh pingsan.

Syair apakah gerangan yang membuat beliau menangis hingga demikian hebatnya?

Begini isinya dan mari kita renungkan bersama,

Jika Rabbku berkata kepadaku, "Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku? Engkau menutupi dosa dari makhluk-Ku Tapi dengan kemaksiatan engkau mendatangi-Ku"

Maka, bagaimana aku menjawabnya?Aduhai, celakalah aku dan siapa yang mampu melindungiku?Aku terus menghibur jiwaku Dengan angan-angan dari waktu ke waktu

Dan aku lalai terhadap apa yang datang setelah kematianDan apa yang akan datang setelah aku dikafaniSeolah-olah aku akan hidup selamanyaDan kematian tidak akan menghampiriku

Dan ketika sakaratul maut yang sangat berat datang mengampirikuSiapakah yang mampu melindungikuAku melihat wajah-wajah manusiaTidakkah ada di antara mereka yang akan menebusku?

Aku akan ditanya tentang apa yang telah aku persiapkanUntuk dapat menyelamatkanku (di hari pembalasan)Maka, bagaimana aku dapat menjawabnyaSetelah aku melupakan agamaku

Aduhai, sungguh celakalah akuTidakkah aku mendengar firman Allah yang menyerukuTidakkah aku mendengar apa yang datang kepadaku(Dalam surat) Qaf dan Yasin itu?

Tidakkah aku mendengar tentang hari kebangkitanHari dikumpulkannya (manusia), dan hari pembalasan?Tidakkah aku mendengar panggilan kematianYang selalu menyeruku, memanggilku?

Maka, wahai Rabbku, akulah hamba-Mu yang ingin bertaubatSiapakah yang dapat melindungiku?Melainkan Rabb yang Maha Pengampun lagi Mahaluas karunia-NyaDialah yang memberikah hidayah kepadaku

Aku datang kepada-Mu, maka rahmatilah dirikuDan beratkanlah timbangan (kebaikanku)Ringankanlah hukumankuSesungguhnya hanya Engkaulah yang kuharapkan pahalanya untukku




Itulah syair yang mampu membuat Imam Ahmad bin Hambal menangis. Semoga kita bisa menjadikannya renungan untuk membuat hidup lebih berarti dan bermakna. Karena kita hanya sementara di dunia, semoga apa yang kita lakukan menjadi catatan-catatan kebaikan. Aamiin.


Wallahu a'lam bisshawab.



Share with your friends

Give us your opinion