Beliau adalah Ali bin Abi Thalib radhiallahu 'anhu. Salah satu dari empat khalifah Islam yang termashsyur. Berbudi luhur dan akhlak mulia. Juga menjadi menantu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Setiap perkataannya adalah hikmah. Dan nasihatnya bak mutiara yang berkilauan.
5 Wasiat dari Ali bin Abi Thalib
Wasiat pertama, jangan berharap kepada siapa pun kecuali kepada Allah
Yah, hanya kepada Allah-lah tempa bertumpu harapan. Tempat menggantungkan cita. Tempat untuk bersandar dan mengiba. Hanya pada-Nya lah kita mengadu. Tempat berkeluh-kesah dan memohon. Tiada yang patut diharapkan selain-Nya. Selain Dia hanyalah makhluk lemah semata.
Wasiat ke dua, jangan takut terhadap apa pun kecuali kemarahan-Nya
Sekiranya kita dibenci oleh seluruh penghuni bumi, kita masih bisa berlindung dan bersembunyi. Dan mereka tidak akan mendatangkan apa pun tanpa izin-Nya. Tapi, jika Dia yang murka, ke mana kah kita hendak lari?
Wasiat ke tiga, jangan malu belajar kepada siapa pun atas sesuatu yang belum diketahui
Jika kita belum tahu terhadap suatu ilmu, maka jangan malu untuk mempelajarinya. Dan jangan malu untuk berguru kendati umur sang guru lebih muda. Karena ilmu tidak memandang umur ataupun hal lainnya.
Wasiat ke empat, berani mengatakan tidak tau bila tidak tau
Ini memang membutuhkan suatu tekad yang besar. Salahs satu sifat orang terpuji adalah dia yang berani mengakui ketidaktahuannya. Lebih baik mengatakan kita tidak tau, daripada bersikap sok tau yang malah menimbulkan dampak tak baik.
Wasiat ke lima, milikilah sifat sabar karena sabar induknya iman
Sabar selalu manis buahnya. Dan orang-orang yang sabar selalu mendapat kebahagiaan pada ujung perjalanannya. Patutlah kita menjaga sifat ini. Karena sabar bagian dari sifat yang baik pada diri seseorang.
Demikianlah wasiat sang khalifah terakhir. Semoga kita bisa mengamalkan dan melakukannya. Yuk, berbenah diri. Semoga kebaikan tercurah kepada orang-orang yang mau beramal. Sekian.
Sumber: Mutiara Hikmah Pembangun Jiwa. 2010. Akhmad Muhaimin Azzet. Jogjakarta: Darul Hikmah
