Sekiranya ada mesin waktu yang bisa membawa ke masa lalu, apa yang ingin kamu lakukan?
Ingin memperbaiki kesalahan? Ingin menebus kekeliruan? Ingin mengembalikan kisah-kisah bahagia? Atau hal-hal lainnya? Sayangnya, itu hanya di film-film, bukan sebuah realita. Kita di dunia nyata, Kawan ...
Ada sesuatu yang tak bisa diulang jika sudah dilewatii. Tak bisa dikembalikan dan tak bisa diperbaiki jika sudah terjadi. Maka, seyogyanya bagi kita untuk berhati-hati dalam hal tersebut.
Pertama: waktu apabila sudah berlalu
Tidak ada seorang pun yang bisa mengembalikan waktu. Sungguh tidak ada! Maka, manfaatkan dengan baik. Karena detik-detik yang kita lewati tidak akan terulang lagi.
Semua orang memiliki waktu 24 jam. Tapi berbeda-beda dalam memanfaatkannya. Ada yang mampu membuat karya dan prestasi, namun ada pula yang tak menghasilkan apa-apa. Menyia-nyiakan detik, menit, jam, yang sangat berharga dalam hidupnya.
Jangan jadi seperti ini, Kawan. Jangan buat waktumu sia-sia. Bergegaslah! Gunakan waktumu sebaik-baiknya.
Kedua: umur apabila telah dilewati
Berapa banyak orang menyesal ketika datang masa tuanya? Berapa banyak orang menangisi kehidupan masa mudanya? Berapa banyak orang yang berandai-andai: ah, sekiranya dulu aku begini, sekiranya dulu aku begitu ... Kawan, tiadalah guna penyesalan.
Ketika masa muda telah berlalu, uban memenuhi kepala, kulit mengeriput, penglihatan sudah buram, pendengaran melemah, langkah sempoyongan, dalam keadaan seperti ini, seseorang akan mengingat, dia habiskan untuk apa masa-masa berharga itu.
Jika dia habiskan dalam kebaikan, gembiralah dia. Jika dihabiskan dalam kekhilafan maka menyesalah dia.
Yuk, manfaatkan masa muda kita dalam kebaikan dan menebar manfaat sebanyak-banyaknya. Agar kelak bisa dipetik di hari tua.
Ketiga: ucapan apabila sudah dilontarkan
Untuk satu hal ini, perlu kehati-hatian, Kawan. Banyak terjadi hal-hal yang nggak baik karena salah dalam berucap. Karena salah dalam bertutur kata.
Kata yang sudah keluar tak bisa ditarik, tak bisa dibatalkan dan tak bisa diralat ulang.
Terluka karena kata-kata itu lebih sakit dibanding belati. Maka, bijaklah dalam berucap. Jangam melontar kata yang menyakiti, jangan bertutur yang melukai, atau kata-kata yang bisa menyebabkan pertengkaran.
Nah, gunakanlah waktu dengan bijak, manfaatkan umur untuk menebar kebaikan, dan jagalah lisanmu. Sekian. Semoga bermanfaat!
