Banyak orang mengira, kecacatan adalah akhir dari kehidupan. Ketidaksempurnaan adalah akhir dari segalanya. Padahal, tidaklah demikian.
Kekurangan bukanlah kiamat. Melainkan jalan yang harus ditempuh dengan cara yang berbeda. Sungguh, tak sedikit orang yang sukses di balik kelebihan yang diberikan oleh-Nya.
Satu dari sekian banyak orang yang mampu tegar berdiri dan tetap melangkah dalam keterbatasannya, ialah Sun Lukang. Gadis Qingdao yang menderita celebral palsy--lumpuh di bagian tangan.
Walau menderita penyakit ini, Sun Lukang tidak mau menyerah dan berdiam diri. Dengan semangat membara dan menyala dia pun berjuang menulis dengan kaki.
Hingga kurun waktu 10 tahun lamanya, usaha itu tak sia-sia. Bukan hanya mampu menulis dengan kaki, dia bahkan menerbitkan 4 buku.
Ini adalah bukti nyata, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Sosok Sun Lukang sungguh memberikan inspirasi kepada kita, bahwa di balik kelemahan yang terlihat ada potensi tersembunyi yang harus dibangkitkan.
Maka, jangan pernah menyerah untuk mengukir prestasi sekalipun gerak terbatas, langkah tersendat, dan pandangan terhalau. Karena semua ada jalannya. Sekian. Semoga bermanfaat!
