Wahai Muslimah! 5 Alasan Ini Cukup untuk Membuatmu Bangkit dari Keterpurukan - Ruang Moera

Rabu, 24 Agustus 2022

Wahai Muslimah! 5 Alasan Ini Cukup untuk Membuatmu Bangkit dari Keterpurukan

 never give up, panjat tebing, daki gunung



Banyak orang yang ketika berada di titik nol, merasa hidupnya sudah berakhir. Saat berada di titik nadir terendah kehidupan memilih cara yang keliru. Mengakhiri hidup, misalnya.

Saat merasa terpuruk, seolah dunia sedang menertawakannya. Orang-orang di sekelilingnya seakan tengah mendelikan mata, merendahkannya.

Hai, kawan. Hidup ini pasang surut. Kadang kita berada di puncak tertinggi. Kadang pula jatuh terhempas ke bawah. Tapi, saat terjatuh itulah sebenar-benarnya hidup. Agar kita sadar bahwa sesuatu sekecil apa pun akan sangat bernilai.

Jika saat ini kamu sedang terpuruk karena suatu masalah, atau tertimpa ujian berat dalam hari-harimu. Mungkin ada sedikit nasihat dari orang bijak untukmu agar terus melangkah.

1. Alasan untuk melanjutkan hidup

Yah, hidup ini adalah putaran waktu dari angka 1 ke angka 1 lagi. 24 jam yang kembali ke 24 jam lagi. Dari pagi, siang, malam, kembali pagi lagi. Jika kamu berhenti, kamu akan kehilangan momen-momen. Tak peduli apa pun yang sedang kamu alami, hidup ini harus tetap berlanjut.
Bila luka dia akan sembuh, bila sakit dia akan hilang, bila resah dia akan tenang, bila gelisah dia akan damai.
Kawan, mari lanjutkan hidup. Jangan berhenti melangkah. Masih banyak senyum di depan sana.

2. Alasan bahwa hidup masih berguna

Untuk apa kita hidup jika hanya kesia-siaan. Bukankah kita ingin menjadi manfaat untuk orang lain? Bukankah kita ingin memberi? Bukankah kita ingin berguna untuk orang-orang yang kita cintai?
Untuk apa kita hidup jika tak berbuat sesuatu. Tidak berusaha merealisasikan mimpi. Tidak melakukan apa pun. Kita harus berguna, kawan. Kita harus membuat hidup tidak sia-sia.

Sudahlah, lupakan masa lalu itu. Kita bukan hidup untuk meratapi kesalahan, bukan untuk menangisi kehilangan, bukan pula untuk mengenang perpisahan. Atau hidup selamanya dalam keterpurukan.
Ayo! Buat hidup ini lebih berarti. Buat waktu ini lebih bermakna. Buatlah nafas ini bernilai dan berharga di setiap helaannya.

3. Alasan bahwa masih ada masa depan yang dikejar

Yah, bukankah kamu memiliki cita-cita. Memiliki mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Bukankah semua itu harus mewujud nyata.

Lalu mengapa kamu membiarkan langkah stagnan dipaku oleh rasa putus asa? Mengapa kamu membiarkan kakimu diikat oleh rasa sedih yang tak berkesudahan? Mengapa kamu membiarkan jejakmu dipasung oleh buhul-buhul luka yang tak beralasan?

Bangkitlah! Kejar cita dan mimpi itu. Masa depan haruslah menjadi masa yang lebih indah dari ini. Karena kamu bukan sedang menunggangi masa lalu.

Bangkitlah! Buatlah kesempatan yang datang menjadi sesuatu yang mampu membuatmu mengepakkan sayap-sayap indahmu. Semua berawal dari senyum dan langkah perjuanganmu.

4. Alasan untuk tidak mengecewakan orang terdekat

Kegagalan itu hal yang wajar. Bahkan, kegagalan itu adalah sahabat orang-orang sukses.
Yah, tak ada seorang pun yang sukses sebelum mengecap pahitnya kegagalan. Mengapa kamu harus terpuruk? Mengapa harus nelangsa? Mengapa harus mandi lara?

Toh, jalan ini adalah jalan para pejuang. Lihat liku-liku yang dulu mereka lewati sama persis dengan liku-liku jalanmu.

Jika mereka bisa sampai di ujung sana, maka kamu pun pasti bisa sampai di sana. Jika mereka bisa melihat pelangi setelah badai, kamu pun akan melihatnya.

Kekecewaan orang terdekatmu bukan saat kamu gagal. Tapi saat kamu berhenti melangkah dan berjuang, lalu menenggelamkan diri dalam ketidakberdayaan. Bangun, kawan! Hari ini mentari sangat cerah. Dia menunggu semangatmu!

5. Alasan bahwa jalan ini masih panjang

Tentu, kamu harus melalui jalan nan panjang. Di setiap belokan mungkin ada jurang. Di setiap tikungan mungkin ada lubang. Ada banyak aral melintang di depan sana.
Yap, jalan ini sangat panjang. Tapi, jalan ini pasti berujung kawan.

Maka tenanglah. Teruslah bergerak. Jika lelah kamu rehatlah sejenak. Jika lelah, mengasolah barang sebentar. Tapi jangan pernah berhenti. Sekali kali jangan.

Jika berhenti, kamu akan sulit kembali. Bahkan mungkin tak akan mampu kembali.




Sekian artikel 5 cara bangkit dari keterpurukan. Semoga bermanfaat.

Share with your friends

Give us your opinion