Kapan nikah? Saat ditanya begitu, hati terasa sesak, dada bergemuruh, serasa ingin langsung sembunyi di pojokan. Iya nggak? Jleb banget ya ...?
Ngomongin nikah tentu nggak ada habisnya. Ini selalu menjadi topik "terpanas" di kalangan anak muda (baca:jomblo). Apalagi kalau sudah mendapat undangan dari teman sendiri, kegalauan akan semakin menjadi.
Dalam hati, "saya kapan ya Allah, saya kapan?" Bener kan? Hayo ngaku! Mungkin beberapa sebab ini yang bikin kamu nggak nikah-nikah, coba cek gih!
1. Memasang kriteria terlalu tinggi
Memang kita harus memasang standar untuk calon pasangan. Nggak ada salahnya. Nggak ada yang melarang. Hal ini sah-sah saja, selama memang sesuai dan masih masuk akal. Siapa pula yang mau punya pendamping hidup nggak karu-karuan?
Semua hal ada ukuran dan takarannya. Setiap sesuatu ada kadar masing-masing. Kalau mau pasang kriteria jangan asal-asalan, juga jangan ketinggian. Misal, nggak mau nikah kalau bukan orang kaya raya, anak pejabat, insinyur, punya mobil Lambhorgini, rumah mewah seperti istana, punya tambang emas. Bla ... bla ... bla. Kriteria sampai lima lembar HVS.
Pasang standar begini tinggalnya di gubuk bambu. Sadarlah, hidup ini tak seperti drama di film-film. Hidup ini berat kawan! :)
2. Terlalu pemilih
Loh, memang kita nggak boleh milih? Boleh, sangat boleh. Tapi kalau "terlalu" nah ini hati-hati. Dijodohkan dengan dokter maunya orang kantoran. Dibawakan orang kantoran maunya insinyur. Didatangkan insinyur maunya lain lagi.
Umur habis buat milih-milih tapi nggak nikah-nikah. Akhirnya usia semakin tua dan jodoh tak kunjung tiba. Diri semakin susah laku karena lansia. Selamat, kamu jadi jomblo terlama di dunia! :)
Jadi, jangan terlalu memilih ya ... sewajarnya saja. Kalau ada yang cocok setelah istikharah, langsung sikat! Hihi
3. Belum kufu
Nah, ini buat kamu-kamu yang suka melamun: berharap pasangan ideal dan sempurna. Sering terjadi penolakan terhadap si calon karena kurang kesetaraan antar masing-masing pihak. Misal, kamu lulusan SMA melamar anak orang yang bergelar S3, jangan heran kalau ditolak. Atau, mau yang hafal Qur'an tapi kamunya nggak bisa ngaji. Kan jauh. Jauh banget malah.
Ayo, pantaskan diri! Jangan kebanyakan mengkhayal mau calon seperti ini dan itu. Banyak-banyak ngaca, biar nggak lupa diri.
4. Nggak mau nabung
Hayo, siapa yang mau nikah tapi nggak punya duit? Makanya nabung oy! Jangan cuma habis-habis beli kuota aja. Siapa bilang nikah gratis? Iya gratis saat akad di KUA, tapi kalau mau walimah atau resepsi siapa yang bayarin? Kudu usaha buat ngumpulin duit. Nikah perlu modal kawan! Miiikiiir ... kata Cak Lontong.
Mulai sekarang, belajar sisihin uang buat nikah. Biar kate nggak banyak yang penting ada. Nanti kalau masih kurang bisa minta tambah sama bapak dan ibu. Hihi. Namanya juga usaha.
5. Belum dapat restu
Sudah, kalau yang satu ini tergantung kamunya. Harus pandai-pandai merayu orang tua. Jika perlu nangis-nangis kayak anak kecil minta permen di depan mereka. Inilah perjuangan. hihi Kencengin doanya yah. Kalau nggak bisa pakai cara bumi, pakailah cara langit, dijamin ampuh.
Orang tua belum memberi restu, pasti ada alasannya. Misal, kamu belum dewasa: kalau ada masalah suka rengek-rengek kayak anak TK, atau masih belum mandiri: jajannya masih numpang, atau pilihan kamu kurang meyakinkan: orangnya masih pecicilan-pencilaan.
Nah, temukan alasan mengapa restu itu masih belum tiba, lalu carilah solusi yang paling jitu untuk mengatasinya. Bila kamu merasa belum dewasa, maka saatnya untuk berubah sikap. Bila belum mandiri, maka mulailah mencari uang dengan hasil keringat sendiri. Bila calonnya masih belum meyakinkan, maka kamu kudu lebih selektif dan hati-hati. Pastinya, kamu jua harus tau standar orang tuamu.
Nah, itu dia lima hal yang bisa jadi membuat kamu nggak nikah-nikah. Tentu saja ada faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penyebab terhalangnya niat baikmu.
Tapi saya nggak begitu! Saya nggak pasang kriteria terlalu tinggi, nggak terlalu pemilih, saya juga berusaha mencari yang sekupu. Tabungan saya pun ada, bahkan sudah mendapat restu dan dukungan dari orang tua. Oh, kalau begitu mungkin kamu masuk pada kriteria nomor enam.
Apa tuh? Jodohmu meninggal pas masih bayi. Hihi.
Demikianlah artikel Penyebab Kamu Nggak Nikah-Nikah Ini. Semoga bermanfaat.
Referensi:
Panduan Lengkap Pernikahan, D.A. Pakih Sati, Lc. Bening, Jogjakarta, 2011
Menyingkap Hakikat Perkawinan, Al-Ghazali, Mizan, Jakarta Selatan, 2014
