Kata Mutiara Abu Sa'id Al-Khudri
Berkata Abu Sa'id al-Khudri, ada lima jalan untuk menjemput kebahagiaan,
Pertama, berdoalah sebelum memulai pekerjaan
Sebelum memulai segala aktivitas, sebelum menjejakkan langkah kaki, sebutlah nama Sang Pencipta. Angkatlah kedua tangan, dan bermunajatlah meminta keridaan-Nya. Semoga setiap amal atau pekerjaan yang dilakukan dinilai sebagai ibadah dan ketaatan. Hingga tercatat sebagai pahala-pahala kebaikan.
Kedua, bersungguh-sungguh dalam menggapai tujuan
Sangatlah wajib bagi seseorang yang ingin sampai pada tujuannya dengan kesungguhan. Kesungguhan akan melahirkan tekad yang kuat dan semangat nan tinggi. Sikap pantang menyerah dan terus bangkit dari kegagalan adalah bentuk kesungguhan yang luar biasa. Kesungguhan seperti itu akan sampai pada tujuan yang ditentukan.
Ketiga, berbuat baik
Berbuat baiklah, walau hanya memberi dengan sebiji kurma. Atau, memberi dengan uang seribu rupiah. Sekecil apa pun itu tetaplah kebaikan. Dan kebaikan akan medatangkan kebaikan pula kepada si pelaku. Maka jangan ragu untuk menebar kebaikan pada orang lain walau hanya sebuah senyuman.
Keempat, bersyukur dengan apa yang dimiliki
Rasa syukur atas sesuatu yang dimiliki akan melegakan hati. Akan mendatang sikap legowo. Akan menghadirkan sikap menerima. Juga kerelaan dan rasa tulus. Patutlah hati merasa nyaman dan damai jikalau merasa puas atas apa yang tengah digenggam dan tidak cemburu dengan milik orang lain. Bersyukurlah! Akan Dia hadirkan rasa kecukupan di dalam hati
Kelima, menghindari memuji diri sendiri
Terlalu berlebihan memuji diri sendiri akan menimbulkan sifat sombong. Sungguh itu sifat yang tak terpuji. Maka hindari untuk membanggakan diri sendiri. Jangan sampai kesombongan menguasai hati hingga kita lupa dengan status hamba yang melekat. Bahwa kita ini hanya manusia yang dicipta dengan segala keterbatasan dan kelemahan. Tak sepatutnya menyombongkan diri.
Demikian lima jalan menuju kebahagiaan yang diwasiatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri. Tak terlalu sulit, bukan? Semoga kita mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekian.
Sumber: Mutiara Hikmah Pembangun Jiwa. 2010. Akhmad Muhaimin Azzet. Jogjakarta: Darul Hikmah
