Inilah 5 Alasan Muslim Dilarang Mengucapkan Selamat Natal, Perhatikan Nomor 4! - Ruang Moera

Kamis, 25 Agustus 2022

Inilah 5 Alasan Muslim Dilarang Mengucapkan Selamat Natal, Perhatikan Nomor 4!

 natal, hari raya natal, hadiah natal, pohon natal




Islam telah mengatur secara jelas dan rinci bagaimana seorang muslim bergaul dengan orang kafir. Baik dalam urusan sehari-hari, maupun yang bersinggungan dengan urusan keyakinan.

Demikian pula dalam urusan ucapan selamat terhadap hari raya natal yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Islam telah meletakkan batas-batas yang jelas. Kali ini akan kami ulas secara singkat 5 alasan mengapa muslim dilarang mengucap selamat natal pada orang kafir.


Pertama, bukan perayaan kaum muslimin

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri”. (Hr. Ahmad)

Cukuplah bagi orang beriman apa yang telah datang dari Rasulullah dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.


Kedua, menyetujui kekufuran orang orang yang merayakan natal

Pada dasarnya, ucapan selamat ditujukan untuk sebuah penghargaan atau kesenangan  atas sesuatu. Seperti mengucap selamat atas kelulusan seorang teman yang baru di wisuda.

Demikian pula mengucap selamat atas hari raya orang kafir. Secara tidak langsung memberi penghargaan dan senang atau setuju akan hal tersebut.



Ketiga, sikap ihsan yang keliru

Adalah benar seorang Muslim harus berbuat ihsan kepada setiap mahkluk, termasuk orang kafir. Namun, bukan berarti harus melewati batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh agama. Salah satunya tidak mengucap selamat atas hari raya mereka.


Keempat, Nabi melarang mendahului salam

Rasulullah berpesan kepada umatnya, janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat) (Hr. Muslim). Hal ini termasuk juga kedalam ucapan selamat natal.


Kelima, Tasyabbuh

Tidak syak lagi, Muslim yang ikut merayakan atau berpartisipasi dalam hari raya orang kafir telah menyerupai atau mengikuti mereka. Maka, keislaman dan keimanan orang semacam ini sangat perlu dipertanyakan. Bahkan mungkin jika dia telah melampau batas, selayaknya perlu untuk bersyahadat kembali.



Demikian bahasan singkat kali ini. Semoga bisa menjadi pelajaran bersama.

Share with your friends

Give us your opinion