5 Mitos Natal dari Seluruh Dunia, Muslim Tidak Perlu Percaya! - Ruang Moera

Kamis, 25 Agustus 2022

5 Mitos Natal dari Seluruh Dunia, Muslim Tidak Perlu Percaya!

 monster, mitos natal




Hiruk pikuk natal telah merebak ke mana-mana. Bulan Desember yang bertepatan dengan akhir tahun, semakin menambah semarak perayaan ini. Namun, di balik itu semua, seperti halnya hari-hari bersejarah yang dihiasi dengan berbagai macam mitos, Natal juga tak lepas dari hal demikian.

Kali ini, kami telah menghimpun berbagai macam mitos natal yang datang dari belahan dunia.


Pertama, La Befana
Kisah ini berasal dari Italia. La Befana digambarkan seperti penyihir perempuan yang menunggangi sapu terbang dengan membawa tas besar. 

Menurut cerita kuno yang tersebar, La Befana akan datang kepada anak-anak saat Epiphany Eve dan bertanya apakah mereka sudah menjadi anak yang baik atau belum. Yah, ini kurang lebih hampir sama dengan Santa Claus, hanya saja versi Italia.


Kedua, Gryla
Gryla adalah mitos yang berasal dari Islandia. Konon, sosok Gryla merupakan Troll gunung yang berjalan dari gunung satu ke gunung lainnya demi mencari anak-anak. Dan tentu saja, anak-anak yang berhasil di temukan akan menjadi santapannya.


Ketiga, Mincemeat
Mincemeat merupakan salah satu hidangan yang tersedia saat natal. Menurut mitos yang beredar, mincemeat pie ini merupakan kreasi dri seorang kanibal pada abad ke 16. Dia menjadikan daging manusia sebagai bahan utama untuk membuatnya. Namun, sekarang resep itu sedikit berbeda. Mincemeat pie hanya terdiri dari buah , herbal, dan rempah.


Keempat, Yue Lads
Lagi, mitos ini berasal dari Islandia. Masih berkaitan dengan cerita sebelumnya. Yue Lads merupakan sebutan 13 anak milik Gryla yang tinggal di gunung yang terkenal  dengan sebutan pembunuh berdarah dingin. 

Bila menjelang natal, 13 anggota Yue Lads akan mencari desa penduduk dan mencari 13 orang anak untuk mendapat hadiah atau memberi hukuman bagi mereka yang nakal. 


Kelima, Belsnickel
Konon, lelaki yang digambarkan dengan perawakan menakutkan ini telah menjadi mitos yang tersebar di Eropa pada abad pertengahan. Konon, dia akan meninggalkan permen di depan rumah anak-anak yang berkelakuan baik dan menculik anak-anak nakal.


Demikianlah mitos tentang natal. Selayaknya, bagi seorang Muslim untuk tidak percaya hal tersebut apalagi menyebarkannya kepada anak-anak. Cukuplah ini menjadi tambahan wawasan semata.


  

Share with your friends

Give us your opinion